Monday, September 20, 2010
Misteri Gunung Magnet Madinah!
Bagi pakej Haji atau Umrah, lawatan ke Bukut Magnet tidak termasuk didalam lawatan kekawasan kawasan bersejarah disekitar kota Madinah. Jika anda ingin kesana, anda perlu berbincang dengan pemandu bas, dan selalunya tambahan 40 riyal saorang akan dipinta oleh pemandu. Agak mahal saya kira kerana jika satu bas boleh memuatkan 20 jemaah, jumlah nya menjadi 800 riyal untuk kesatu tempat yang hanya 40 km dari Madinah!.
Apa Istimewanya nya Bukit Magnet?
Jabal Maghnatis (bukit magnet) ini ialah satu tempat di mana kereta/bas akan ditarik semula ke Madinah. Apabila sampai ke kawasan ini, kereta akan bergerak sendiri untuk balik ke Madinah. Kekuatan tarikan ini hingga, kelajuan bas atau kereta akan bergerak hingga melebihi 120 km/ jam.
Ini salah satu lagi dari keajaiban kota Madinah. Pada hari Khamis dan Jumaat, orang Arab akan datang ke sini beramai-ramai, membawa keluarga. Mereka akan berkelah di tempat ini. Tempat ini juga merupakan kawasan lapang yang cantik pemandangannya. Terdapat pokok-pokok rimbun yang akan melindungi sesiapa di sini dari terikan matahari.
Apabila engin bas diberhentikan di kawasan tersebut, bas akan meluncur dengan sendirinya saperti ditarik oleh kuasa ghaib sehingga kelajuan 120 km/hr, walaupun jalan nya mendatar. Yang pelik nya sesiapa yang membawa kompas, jarum kompas masih menunjukkan arah utara dan ini bermakna tidak ada tarikan magnetik dikesan (saya menggunakan jam Tissot T Touch yang mempunyai kompas).
Mutawif kami, saorang pelajar Indonesia menceritakan satu cerita mengenai kelebihan dan keanehan Bukit Magnet. Mungkin cerita nya tidak sahih, tetapi terpulanglah jikalau sesiapa ingin mempercayainya.
Semasa peperangan Uhud, Rasulullah saw telah tercedera parah akibat kepintaran Khalid Al walid memerintahkan pemanah orang orang mushrik menawan jabal Uhud. Sahabat sahabat telah mengusung Rasulullah untuk menyelamatkan beliau dan membawa beliau keluar dari Jabal Uhud jauh dari Madinah. Rombongan beliau dikejar oleh tentera berkuda orang Mushrik. Apabila tentera Mushrik sampai dikawasan Bukit magnet, mereka tidak dapat mengejar rombongan Rasulullah saw kerana tarikan magnet yang memperlahankan kelajuan mereka. (Mereka memakai banyak peralatan yang diperbuat dari besi saperti baju perisai dan lain lain).
Itu lah yang diceritakan oleh mutawif Indonesia kepada kami. Orang Arab Madinah ramai yang tidak tahu mengenai Bukit Magnet dan cerita cerita disebaliknya. Rakan saya, saorang Arab penduduk Madinah tercengang apabila saya menceritakan perihal Jabal Maghnatis ini.
Wallahua'lam.
Thursday, September 2, 2010
Misteri 7 Al-Quran Unik
Besarnya cinta As Syekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim kepada Al quran membuatnya mendapat banyak menerima al quran unik.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor memiliki tujuh Alquran dengan keunikan masing-masing yang disebut-sebut paling dahsyat di dunia.
Koleksi Alquran unik itu bermula daripada yang terberat, terbesar hingga berbahan kertas batang ubi kayu dan pelepah pisang tersimpan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ashriyyah Nurul Iman ini.
"Sebagian besar koleksi itu datang dengan sendirinya. maknanya ada yang dikirim , tapi tidak tahu siapa dan dari mana," ujar Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim ketika ditemui di pesantrennya.
Kiai asal Dombu, Sumbawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengatakan yang terbaru dia mendapat Alquran terbesar.
"Sekitar dua bulan yang lalu, saya mendapat kiriman Alquran dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 2,80 meter. Siapa yang mengirim, saya tidak tahu," jelasnya. Menurut kiai yang lahir 1945 ini, diperkirakan usia Alquran tersebut mencapai 675 tahun.
Selain dari usia dan ukurannya, Al quran yang diketahui berasal dari Moro, Filipina itu juga memiliki keistimewaan dari segi bahan bakunya. Setelah diteliti, kertasnya berbahan baku abakah dari pelepah pisang. Sedang tulisannya dibuat dengan tinta asal China yang tidak mudah luntur serta ditulis tangan.
Meskipun terbuat dari pelepah pisang, namun keadaan Alquran tersebut masih sangat bagus, tidak ada satu helai kertas pun yang rosak. Menurutnya, setiap bagian kertas memiliki tebal kurang lebih 0,5 cm.
Alquran terbesar bukan yang pertama diterima Ponpes ini dari pengirim misteri,Sebelumnya, Syekh Habib juga mendapat Al quran yang diperbuat dari kertas berbahan dasar batang pokok ubi kayu, Al quran yang diyakini berasal dari Kudus tersebut sudah berusia 400 tahun.
"Saya mendapatkan Al quran ini pada tahun 1972 dari orang yang tidak saya kenal. " katanya sambil menunjukkan Alquran itu.
Berita Sahih Khas untuk U-jam's .. Ikhlas Melaporkan
(Siswantoro, Umi Kalsum/VIVAnews.com)
Tuesday, August 31, 2010
Misteri 7 Warna Bahasa Mata Dan Hati
7 COLOURS AS THE LANGUAGE OF THE EYES
7 LEVELS OF SOUL( NAFS) AS THE LANGUAGE OF THE HEART
By Latif YILDIZ (KULIHVANI)
A lightless eye, a soundless ear and a senseless heart is like the dead..
Insan [1], who looks at the Uni-VeRSe by using his Aql(mind), will see the
colour of the System, will hear it’s Sound and sense it’s Cause and
Effect. Everything within the universe(Alam) exists within Adam as well.
Every knowledge, the finding and the formation wihtin the universe and applied
science exist in Muhammadian Tasawwuf [2] as well.
Normal human mind(Aql) will Cognize, Meet, Form with the
Transmission of Divine Knowledge(Ilahi Naql) and act it’s roles in the play of
servanthood(Abdiyyat)which is a test of opportunities, in order to
comprehend and live by it’s own destiny and capacity.
While Material,The Event and Time is coming and passing by as Sunnatullah[3], will see it’s appearance, attitude and manner in the source of Muradullah [4] and live in the light(Noor) of Amrullah [5]. It is really wonderful to read, understand and live the applied science in the divine knowledge and Muhammadi Manner of Mind(Aql) in order to experience the cycle of knowledge(ilm)-will power(irada)-comprehension(idraq)-participation(ishtiraq), which is a must in every situation.
How magnificient the unification of 7 colours in science and 7 level s of Soul(Nafs) in Tasawwuf.
Isac Newton had closed him self in to a dark room, from where the light
was coming in then he had put a triangular prism in front of that light
and had seen that the light was constituting 7 coloured rays. Before
Newton had discovered this in 17th century, al-Haytham had already
discovered what Newton found in 11th century [6]. However, many islamic
scientists are not known to west side of the world much. The ones who
search it well will see that Isac Newton had also published more articles
in Religion than in Applied Science and he was one of those scientists who
had confirmed the prophethood of Prophet Muhammad PBUH by writing a letter
to his German colleague. Somehow this is also not mentioned by media in
western world.
The colours that Newton had seen were Red, Orange, Yellow, Green, Blue,
Darkblue and Violet!..
This was what a physical eye was seeing through the prism.
Eye of the spritual heart will also see in it’s own essence the colours of
enlightenment(Kamalat) of the Soul(Nafs)…
In ether-vacum, the electromagnetic energy in a certain wavelength (λ) has
a frequency(f) and the energy of proton(E), which are in direct proportion
with that wave length (λ).
That is why the electromagnetic spectrum can be described by using any of
those three scales(unit of measurement).
The light waves, which are outside the visible wave length bands of
between 400 and 700nm, can also be detected by using Spectroscopy.
A normal labaratory spectroscobe can detect the wave lengths between 2nm
and 2500nm easily.
A lot of data related to the physical features of objects, gasses, and
even stars and galaxies may be learned by analysing the electromagnetic
radiation by means of the spectroscobes. Electromagnetic radiation is
classified mainly under seven categories.
These are the radio waves from low to high frequency, microwave,
infrared, visible light, ultraviolet, X-rays and Gama rays.
Colors are classified between themselves by well known names.
Red, Yellow, Orange are classified as Hot colours.
Green, Blue and Violet are also classified as Cold colours. It is possible
that they get these classifications through the natural presentations e.g
the Fire and Ice. Red and Blue colours are known as the sources of hot and
cold colours respectively.
They are also separated from each other as the contrast colours.
You can see this from the picture easily.
Colours facing each other are contrast colours e.g Green and Red, Yellow
and Violet.
When the colours are observed with black background they get hardnes, and
when they are observed with white back ground , they get softness.
However, the neutral(unbiased) colour,”Grey“, takes the contrast colour
whenever it is put beside any colour except its self..
Red-Blue-Violet-Green-Orange-Yellow.
This order is the order of the influence of the colours over mankind.
After the findings of Al-Haytham and Newton, German Optician Joseph Von
Fraunhofer discovered the dark absorbtion lines in rainbow spectrum(
approx.600 lines). This information about rainbow spectrum is still given
as foundation in the Painting Classes today.
In application of Science to Islamic Tasawwuf:
When looked at the colours as the phases (steps or levels) of Soul’s life
long enlightenment and maturation( Kamalat of Nafs) , a perfect match will
be seen.
What is within Âlam(World) is also within Âdam [7]..
This is explained more in our book of Tasawwuf in our main site in Turkish
(www.muhammedinur.com) and it will be translated to English and put in our
English site gradually in time. This document was put here for people who
has some knowledge about the levels of Nafs(Soul) so that he will be able
to see this information through the application of Science. Because
Zahir(Visible-Outer) and Batin ( invisible-Inner) are harmonius with
each other for the ones who can see. However, for people who don’t know the levels of nafs , we have quoted an article which is explaining the levels of Soul(Nafs)in our website on following link:
http://www.muhammedinur.com/En/islam/seven-levels-of-beingnafs.html
Lets represent the adaptation of colours between Matter and the levels of
Soul’s enlightenment:
The ones going in to Zat-i Nafs such as Ultraviolet lights do not interest
us that much.
However, I am giving the list of lower nafsanic levels, which are
animalistic level or even lower than that e.g. Infrared Lights, and I am
leaving you to think and ponder over them, my brothers and sisters who
have understanding:
+ Infinite Nafs-i Aqdas
…
+7 Nafs-i Safiyya
+6 Nafs-i Mardiyya
+5 Nafs-i Radiyya
+4 Nafs-i Mutmaiyna
+3 Nafs-i Mulhima
+2 Nafs-i Lawwama
+1 Nafs-i Ammara
N A F S
-1 Nafs-i Fasad
-2 Nafs-i Fasiq
-3 Nafs-i Fajir
-4 Nafs-i Mudzlim
-5 Nafs-i Munafiq
-6 Nafs-i Munkir
-7 Nafs-i Mushrik
….
- Infinite Nafs-i Adlal
It is clearly seen that
the plug of Nafs-i Aqdas, which is Rasulullah (SAW)’s Wahdat of ONEness , will lead to the Fellowship(party) of Allah(Hizbullah) [8], and
the plug of Nafs-i Adlal, which is the KASRAT of DUALity represented by Iblis, will lead to Fellowship(party) of Satan(Hizbushshaiytan).
With Muhammadi Muhabbat..
Translated by Barbaros Sert from the writing of Latif Yildiz, “Gozun dili 7 renk, Gonlun dili 7 Nefs”.
6th of March 2009
GLOSSARY
[1] Insan : (arabic word). Alive beings who, live as public around a cultural environment, have ability of thinking and speaking, comprehend the universe as total, can change it and shape it as a result of their findings.
As insan has mind(Aql), conscious and faith(iman), he/she is different from the other living beings and most mukarram creation of Janab-i Hakk. The name,”insan” was given to him as insan is forgetful of Rabbani ni’mats(Divine boon and benefections.* Insan is a living being who has a quality to obtain character and morals(ahlaq).
[2] Tasawwuf :
Tasawwuf, Tazkîyah al Nafs, Tasfîyyah al Qalb, Irfân, Sufism, Islâmic Mysticism, Esoteric or Inner Dimension of Islâm, Purification of the Heart/Self/Soul and more recently Islâmic or Sufic Psychology are used inter-changeably.
Tasawwuf is an acronym made up of the four consonant letters: t, s, w, and f.
t stands for tawbah, repentance
s stands for safa, purity, peace and joy
w stands for wilayah, the sanctity of the lovers and friends of Allah
f stands for fana, the annihilation of self into the nothingness.
from ‘The Secret of Secrets’ by Hadhrat Abdul Qadir Jilani (raa)
translated by Sheikh Tosun Bayrak al Jerrahi al Halveti.
[3] Sunnatullah: Sunnatullah is the law of Allah or course of Allah. Sunnatullah is not only a written Holy book listing the laws of Allah, but also an alive (HAYY) operating system. Written holy books which have come to the prophets along the ages explain how this system works to the people in their own periods so that people can know, find, become and live(Participate) this Sunnatullah and become a proper servant of ALLAH(Abdullah). Sunnatullah means the creation of MUradullah by the wish of Kaza-destiny(Qadar)-will power(Irada) ,
and the method of actioning, functioning and the operation of the Human Mind, which is in the scene of servanthood, in the direction of Amrullah.
[4] Muradullah : Will of Allah.
[5] Amrullah : Order of Allah.
[6] Al-Haytham: An Arab polymath lived in 11th century. Please see the
link for his life: http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_al-Haytham
[7]What is within Âlam(World) is also within Âdam: Sunnatullah applying to
the cell, also applies to the sphere as well. Sunnatullah is the law of
Allah or course of Allah. Law of Allah applying to the cell will also
apply to the whole as well. Particle resembles the whole. What applies to
micro will apply to makro as well.
[8] Qur’an [Al-Maidah 5/56]:
وَمَن يَتَوَلَّ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
Wa Man Yatawalla Allāha Wa Rasūlahu Wa Al-Ladhīna ‘Āmanū Fa’inna Ĥizba Allāhi Humu Al-Ghālibūna : As to those who turn (for friendship) to Allah, His Messenger, and the (Fellowship of) Believers- it is the Fellowship of Allah that must certainly triumph.
[9] Qur’an [Al-Fatir 35/6]:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
‘Inna Ash-Shayţāna Lakum `Adūwun Fa Attakhidhūhu `Adūwāan ‘Innamā Yad`ū Ĥizbahu Liyakūnū Min ‘Aşĥābi As-Sa`īri : Verily Satan is an enemy to you: so treat him as an enemy. He only invites his adherents, that they may become companions of the Blazing Fire.
Qur’an [Al-Mujadila 58/19]:
اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُوْلَائِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Astaĥwadha `Alayhimu Ash-Shayţānu Fa’ansāhum Dhikra Allāhi ‘Ūlā‘ika Ĥizbu Ash-Shayţāni ‘Alā ‘Inna Ĥizba Ash-Shayţāni Humu Al-Khāsirūna : The Evil One has got the better of them: so he has made them lose the remembrance of Allah. They are the Party of the Evil One. Truly, it is the Party of the Evil One that will perish!
Thursday, August 26, 2010
Misteri Angka 7



Dzat pencipta yang sangat besar kekuasaanNya & sangat tinggi kalimatNya serta berkesinambungan Nikmat-nikmatNYa Yakni Allah SWT, Telah menghiasai 7 Perkara di dunia diatas 7 Perkara lainnya, untuk memberitahukan kepada orang-orang yang berilmu, bahwa di dalam angka 7 itu terdapat Rahasia / Keunikan yang sangat besar / agung kedudukannya di sisi Allah SWT
Pertama : Allah menghiasi Udara ini dengan 7 Lapis Langit sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An Naba’ ayat 12, “Dan Kami (Allah) jadikan di atas kamu tujuh (langit) yang kukuh.”
Kemudian Allah menghiasi langit itu dengan Tujuh Bintang. Tujuh Bintang yang di maksud adalah : Bintang Zuhal, Bintang Musytari, Bintang Marikh, Bintang Syamsu, Bintang Zahro, Bintang Athorid, dan Bintang Qomar. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al Hijr ayat 16, "Dan sungguh Kami telah menjadikan gugusan bintang di langit dan Kami telah menghiasinya bagi orang-orang yang memandangnya.”
Kedua : Allah telah menghiasi padang (tanah) yang lapang dengan Tujuh lapis Bumi. Rasulullah SAW pernah menjelaskan : Para penghuni Bumi Lapisan ke-7 adalah golongan Malaikat, Pada lapisan ke-6 di huni oleh Iblis dan para pembantunya, Pada lapisan bumi ke-5 di huni oleh setan-setan, Pada lapisan ke-4 di huni oleh ular-ular, Pada lapisan ke-3 di huni oleh kalajengking, pada lapisan ke-2 oleh jin-jin, dan Pada lapisan pertama adalah Manusia. Kemudian Allah menghias bumi itu dengan tujuh lautan.
Ketiga : Allah telah menghiasi neraka dengan Tujuh Tingkatan, yaitu : Jahannam, Sa’ir, Saqor, Jahim, Huthomah, Ladhoo dan Haawiyah. Kemudian Allah menghiasi pula dari tiap-tiap neraka dengan tujuh Pintu. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 44, "Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka."
Keempat : Allah menghiasi Al-Qur’an (Kitab suci umat Islam) dengan Tujuh surat panjang, Yaitu Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maaidah, An-Nissa', Al 'Araaf, Al An'aam dan Al-Anfaal atau At-Taubah. Kemudian Allah menghiasinya pula dengan Tujuh ayat Ummul kitab (Al-Fatihah/Pembuka kitab). Sebagaimana Firman Allah dalam Surat AL Hijr ayat 87, "Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung."
Kelima : Allah menghias manusia dengan tujuh anggota badan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua lutut, dan satu wajah. Kemudian Allah menghiasinya, dengan tujuh peribadatan, yaitu : dua tangan dengan doa, dua kaki dengan berkhidmat, dua lutut dengan duduk, dan wajah (muka) dengan sujud.
Keenam : Allah menghias umur manusia dengan tujuh tingkatan / tahapan. Pada masa baru lahir dinamakan tahapan rodhi’ (Menyusu), kemudian tahap fa thim (disapih), tahapan Shobiyyi (bayi), tahapan ghulam (masa kanak-kanak), kemudian tahapan syaab (pemuda/remaja), kemudian tahapan kuhul (yakni menginjak usia antara 30-50 tahun), dan menginjak tahapan Syaikh (masa tua).
Ketujuh : Allah menghiasi dunia ini dengan tujuh negeri yang besar, yaitu : 1) Hindustan, 2) Hijaz, 3) Badiyah dan Kufah, 4) Irak, Syam,(Siria), Khurasan sampai Balakh, 5) Roma dan Armenia, 6) Negeri Ya’juj dan Ma’juj, dan 7) Cina Turkistan.
Kemudian Allah menghias tujuh negeri besar itu dengan tujuh hari, yaitu Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jum’at. Dan Allah memuliakan dengan ketujuh hari ini tujuh dari para Nabi, yaitu : Allah memuliakan Nabi Musa, as dengan hari sabtu, Isa Bin Maryam as dengan hari Ahad, Dawud, as dengan hari Senin, Nabi Sulaiman, as dengan hari Selasa, Nabi Ya’qub, as dengan hari Rabu, Nabi Adam, as dengan hari Kamis, dan Nabi Muhammad saw beserta umatnya dengan hari Jum’at.
Adapun manfaat yang dapat di petik dari ke Tujuh hari tersebut adalah :
Hari Ahad : Sebagian Ulama mengatakan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi pada hari ahad. Maka barang siapa yang hendak membangun sesuatu atau menanam, maka hendaklah pada hari Ahad.
Hari Senin : Hari Senin adalah hari Pelayaran & Perniagaan. Karena telah di jelaskan bahwa pada hari Senin terdapat 7 kelebihan yaitu :
1. Nabi Idris, as. Telah naik ke langit pada hari Senin,
2. Nabi Musa, as. Telah pergi ke bukit Thursina pada hari senin untuk menerima wahyu,
3. Turunnya Dalil tentang ke-Esa an Allah,
4. Lahirnya Rasulullah Muhammad saw,
5. Malaikat Jibril, as. turun untuk pertama kalinya menjumpai Rasulullah,
6. Semua amal perbuatan Umat di perlihatkan kepada Rasaulullah saw pada hari Senin,
7. Wafatnya Rasulullah Muhammad saw.
Oleh karena itu, barang siapa yang berlayar/mengadakan perjalanan maka baiknya lakukanlah pada hari senin.
Hari Selasa : Rasulullah saw di tanya tentang hari Selasa, Maka Beliau menjawab : Hari Selasa adalah Hari Berdarah. Para sahabat bertanya : Mengapa demikian ya, Rasulullah? Lalu Beliau menjawab: Karena pada hari itulah Siti Hawa Haid & Putra Adam membunuh saudaranya sendiri. Sebagaian Ulama telah menjelaskan Bahwa pada hari selasa ada 7 Jiwa yang bernyawa di bunuh, diantaranya :
1. Jurjais bin Fathin (Seorang pemuda ahli Ibadah, ia hidup pada masa raja Dardaniyah yang terkenal dengan penyembahan berhalanya,
2. Yahya, as,
3. Zakaria, as,
4. Tukang sihir Fir’aun,
5. Asiah binti Muzahim, Istri Fir’aun,
6. Sahib, Sapi Betina Bani Israil,
7. Habil Putra Adam, as.
Maka, barang siapa yang ingin berbekam hendaklah ia melakukan pada hari Selasa.
Hari Rabu : Rasulullah saw di tanya tentang hari Rabu, Maka Beliau menjawab: Hari rabu adalah Hari Nahas yang terus menerus. Para sahabat bertanya," Mengapa demikian ya, Rasulullah?" Lalu Beliau menjawab: Karena pada Hari itu Allah telah menenggelamkan (menghancurkan) Fir’aun dan kaumnya, Memusnahkan kaum ’ad dan kaum Tsamud, yakni kaumnya Nabi Sholeh yang ingkar terhadap kerasulan & kenabian Nya. Maka, barang siapa yang hendak sembuh dari sakit, hendaknya ia meminum obat pada Hari Rabu.
Hari Kamis: Hari Kamis adalah hari baik untuk menunaikan Hajat. Karena Allah memerintahkan Penunaian. Maka barang siapa yang berhajat kepada manusia, maka hendaklah ia memintanya pada hari Kamis.
Hari Jum’at : Allah menciptakan Adam dan Hawa pada hari Jum’at, dan kemudian pada hari itu juga Allah mengawinkannya. Maka barang siapa yang mengadakan akad Nikah hendaklah dilaksanakan pada hari Jum’at. Sebagaian Ulama berkata : Telah terjadi Tujuh Pernikahan antara para Nabi dan antara para Auliya’ pada hari Jum’at, yaitu :
1. Pernikahan antara Adam as dengan Hawa,2. Pernikahan antara Yusuf as dengan Zulaikha,
3. Pernikahan antara Musa as dengan Shafrawa,
4. Pernikahan antara Sulaiman as dengan Balqis,
5. Pernikahan antara Nabi Muhammad saw dengan Siti Khadijah,
6. Pernikahan antara Nabi Muhammad saw dengan Siti Aisyah,
7. Pernikahan antara Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah.
Hari Sabtu adalah Hari makar/Tipu Daya, karena terdapat Tujuh Peristiwa makar dan tipu daya terhadap tujuh orang sholeh / kaum (Kaum Nabi Nuh as terhadap Nabi Nuh as, Kaum Nabi Sholeh as terhadap Nabi Sholeh as, Saudara2 Nabi Yusuf as terhadap Nabi Yusuf as, Kaum Nabi Musa as terhadap Nabi Musa as, Kaum Nabi Isa as terhadap Nabi Isa as, Para pemuka (gembong-gembong) Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw, dan Kaum Bani Israil terhadap Larangan Allah . Dan sebagian Ulama juga memaknai hari sabtu adalah hari baik untuk berburu.
Waallahu A'lam
